Agen Tiket Pesawat di Kutai

Agen Tiket Pesawat di Kutai Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Agen Tiket Pesawat di Kutai

Agen Tiket Pesawat di Malang

Agen Tiket Pesawat di Malang Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Agen Tiket Pesawat di Malang

Agen Tiket Pesawat di Yogyakarta

Agen Tiket Pesawat di Yogyakarta Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Agen Tiket Pesawat di Yogyakarta

Agen Tiket Pesawat di Bandung

Agen Tiket Pesawat di Bandung Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Agen Tiket Pesawat di Bandung

Agen Tiket Pesawat di Pontianak

Agen Tiket Pesawat di Pontianak Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Agen Tiket Pesawat di Pontianak

Agen Tiket Pesawat di Samarinda

Agen Tiket Pesawat di Samarinda Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Agen Tiket Pesawat di Samarinda

Agen Tiket Pesawat di Palembang

Agen Tiket Pesawat di Palembang Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Agen Tiket Pesawat di Palembang

"kemampuan menikmati hidup dengan selengkap-lengkapnya karena mengetahui CARA untuk mendapatkan, menjadi dan melakukan semua yang Anda inginkan,

sehingga bisa menjalani hidup yang penuh makna sesuai dengan tujuan hidup dan impian Anda"

 

Saco-Indonesia.com - Tebu merupakan tanaman yang paling banyak ditemui di Indonesia. Oleh karena itu orang Indonesia menemukan banyak cara kreatif dalam mengolah tebu sehingga dapat dijadikan sebagai olahan minuman yang menyegarkan, salah satunya adalah air tebu.

Saco-Indonesia.com - Tebu merupakan tanaman yang paling banyak ditemui di Indonesia. Oleh karena itu orang Indonesia menemukan banyak cara kreatif dalam mengolah tebu sehingga dapat dijadikan sebagai olahan minuman yang menyegarkan, salah satunya adalah air tebu.

Ternyata di balik olahan air tebu yang menyegarkan tersimpan beberapa manfaat untuk kesehatan. Inilah manfaat air tebu seperti dilansir dari boldsky.com.

Menyembuhkan penyakit kuning
Air tebu merupakan obat alami untuk menyembuhkan penyakit kuning. Penyakit kuning adalah pigmentasi kuning pada kulit dan membran yang disebabkan oleh adanya billirubin di dalam darah. Penyakit ini terjadi karena menurunnya fungsi hati. Namun air tebu mampu mengembalikan kekuatan fungsi hati sehingga air tebu mampu menyembuhkan penyakit kuning.

Menyembuhkan infeksi
beberapa infeksi seperti infeksi saluran kemih, penyakit menular seksual, hingga peradangan pada perut mampu disembuhkan dengan segelas air tebu.

Mengobati batu ginjal
Batu ginjal terjadi karena dehidrasi di dalam tubuh. Oleh karena itu untuk menghidrasi tubuh kembali, Anda dapat mencoba mengonsumsi air tebu secara rutin. Air tebu juga mempunyai kandungan alami yang dapat memecah batu ginjal.

Baik untuk penderita diabetes
Air tebu baik dikonsumsi oleh penderita diabetes sebab air tebu mengandung pemanis alami. Sehingga tidak membahayakan atau memicu penyakit diabetes.

Kaya akan nutrisi
Air tebu kaya akan vitamin dan mineral seperti fosfor, zat besi, kalium, kalsium, dan magnesium. Selain itu penelitian menunjukkan bahwa air tebu mampu membantu memulihkan kekurangan vitamin di dalam tubuh akibat penyakit demam yang tinggi.

Menyembuhkan flu dan pilek
Jika Anda berpikir bahwa air tebu akan memperparah sakit tenggorokan Anda, maka Anda salah. Sebab air tebu justru mampu membantu menyembuhkan sakit tenggorokan, pilek, dan flu.

Mencegah kanker
Karena kandungan alkali di dalamnya, air tebu baik untuk mencegah kanker terutama kanker usus besar, kanker paru-paru, dan kanker payudara.

Menghidrasi tubuh
Dehidrasi masih menjadi penyakit yang jamak ditemui terutama ketika musim panas. Oleh karena itu untuk mencegahnya, Anda dapat mengonsumsi air tebu untuk menurunkan panas tubuh dan menghidrasi tubuh.

Sedang mencari alternatif minuman sehat? Tidak ada salahnya apabila Anda mengonsumsi air tebu.

 

Sumber : Merdeka.com

Editor : Maulana Lee

saco-indonesia.com, Pelatih Walter Mazzarri juga sangat kecewa dengan performa para pemain Internazionale saat dibungkam oleh tu

saco-indonesia.com, Pelatih Walter Mazzarri juga sangat kecewa dengan performa para pemain Internazionale saat dibungkam oleh tuan rumah Juventus 1-3 di giornata 22 Serie A 2013/14.

Dalam laga di Juventus Stadium itu, Senin (03/2), Inter bahkan telah tertinggal 0-3 terlebih dahulu melalui gol-gol Stephan Lichtsteiner, Giorgio Chiellini dan Arturo Vidal. Satu-satunya gol hiburan Nerazzurri telah diciptakan oleh Rolando pada menit 71.

"Penguasaan bola hampir seimbang, tapi ada beberapa faktor yang telah menciptakan perbedaan besar. Determinasi Juventus lebih baik dan mereka lebih agresif, sedangkan kami bermain sangat lamban dan terkesan malas," kata Mazzarri seperti dilansir Football Italia.

"Meski begitu, kami juga sempat menciptakan beberapa kesempatan. Jangan lupa, Rodrigo Palacio dua kali berpeluang untuk mengubah skor jadi 3-2. Kami harus fokus untuk dapat meningkatkan determinasi tim," imbuhnya.

Akibat dari kekalahan tersebut, Inter sekarang telah menempati peringkat enam dengan 33 angka atau terpaut 11 dari Napoli di batas tiga besar.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Fungsi, Keunggulan, dan Kekurangan Rockwool Fungsi Rockwool Fungsi umum dari rockwool adalah untuk

saco-indonesia.com,

Fungsi, Keunggulan, dan Kekurangan Rockwool

Fungsi Rockwool

Fungsi umum dari rockwool adalah untuk dapat memberikan isolasi di rumah tinggal atau bangunan komersial. Rockwool juga akan dapat melindungi pipa, kapal, rumah mobile dan peralatan memasak domestik. Meskipun paling umum dikenal untuk dapat menyediakan isolasi di rumah, orang juga akan menggunakan rockwool dan glasswool sebagai media tumbuh hortikultura.

Keunggulan Rockwool

Rockwool juga menyediakan berbagai keuntungan, termasuk tahan api dan serap suara. Karena serat yang tidak mudah terbakar dan telah memiliki titik leleh yang ekstrim lebih dari 2.150 derajat F, isolasi wol batuan bertindak sebagai penghalang api. Karakteristik tahan apinya menunda penyebaran api, yang bisa menambahkan menit berharga untuk dapat melarikan diri saat kebakaran. Batu isolasi wol juga menolak air, anti membusuk dan jamur, termasuk berbagai jenis pertumbuhan bakteri. Karena menolak air, rockwool tidak akan melemah atau kendur. Isi dari rockwool padat, sehingga dapat mengurangi aliran udara dan transmisi gelombang suara.

Keuntungan rockwool :

    Cocok untuk aneka kebutuhan industri
    Memiliki daya konduksi termal yang rendah
    Dapat digunakan pada suhu 100° C sampai 820° C
    Tidak mudah terbakar
    Kedap suara
    Tidak berkarat / berjamur

Aplikasi produk :

    Peredam ruangan genset
    Peredam ruangan studio
    Peredam ruangan diskotik
    Partisi ruangan

Tersedia dalam bentuk : Lembaran, Roll, Batang
Kekurangan rockwool :

Masalah kecil mungkin timbul ketika dalam melaksanakan isolasi/insulation. Ketika dalam menangani rockwool, hindari menyentuh langsung dengan tangan kosong. Meskipun tidak menimbulkan bahaya langsung, dapat menyebabkan gatal-gatal sementara dan ketidaknyamanan.

Juga, debu dapat bertebaran ketika memasang rockwool, sehingga harus memakai masker pelindung dan pelindung mata yang sesuai untuk dapat menghindari kecelakaan atau cedera, dan agar dapat bernafas dengan benar.


Editor : Dian Sukmawati

teknologi sudah sangat mempermudah kehidupan kita semua. untuk semua bidang profesi, teknologi terutama internet telah menyediak

teknologi sudah sangat mempermudah kehidupan kita semua. untuk semua bidang profesi, teknologi terutama internet telah menyediakan hampir semua kebutuhan. contohnya saja bagi para mahasiswa, dosen, pegawai kantoran, direktur, sekretaris, atau siapapun yang sedang membutuhkan Jasa translate artikel, Jasa translate bahasa inggris, Jasa penerjemah bahasa inggris ke indonesia, Jasa translate bahasa inggris di bandung, Jasa translate bahasa inggris Surabaya atau apapun yang terkait dengan terjemahan bisa didapatkan disini.

internet telah memudahkan segalanya. untuk membuat dokumen anda teralihbahasakan dengan tanpa repot, anda bisa! yang perlu anda lakukan hanya membuka internet, menuju blog kami, menghubungi kontak kami. DONE! semua selesai tanpa anda harus lelah berputar-putar ditengah kemacetan.

percayakan hasil terjemahan anda pada kami. kami akan dengan profesional melayani kebutuhan anda.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan bekerja sama dengan pihak swasta dalam mengelola kawasan Kota Tua. Harapannya akan menjadi tempat yang ramai dikunjungi wisatawan. "Kita ingin swasta kelola selama 10-30 tahun. Suruh mereka bagusin. Gudang-gudang jelek dibagusin lagi. Dibangun usaha juga biar ramai," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta. Ahok juga menambahkan, pembuatan konsep untuk mengelola pusat kota Jakarta tempo dulu telah disusun dengan matang. Oleh karena itu ia yakin pihak swasta akan ambil bagian dalam konsorsium Kota Tua sehingga tidak akan mengalami kerugian. "Suruh masing-masing sewa dan beli gedung-gedung yang tidak keurus, lalu buka usaha di sana. Jadi, jangan sendiri aja di sana, harus ramai-ramai. Konsepnya gitu sih," ungkapnya. Revitalisasi kawasan Kota Tua bakal akan dilaksanakan mulai hari ini , 13 Maret 2014. Revitalisasi itu telah dimulai dari gedung PT Pos Indonesia, seberang Museum Fatahillah. Rencananya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akan meluncurkan dimulainya revitalisasi. Seperti yang telah diketahui, terdapat 85 bangunan yang akan direvitalisasi. Tidak hanya merehabilitasi fisik bangunan, revitalisasi juga menyasar pada mengaktifkan kegiatan-kegiatan berbasis seni dan budaya hingga industri kreatif di gedung tersebut.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan bekerja sama dengan pihak swasta dalam mengelola kawasan Kota Tua. Harapannya akan menjadi tempat yang ramai dikunjungi wisatawan.

"Kita ingin swasta kelola selama 10-30 tahun. Suruh mereka bagusin. Gudang-gudang jelek dibagusin lagi. Dibangun usaha juga biar ramai," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta.

Ahok juga menambahkan, pembuatan konsep untuk mengelola pusat kota Jakarta tempo dulu telah disusun dengan matang. Oleh karena itu ia yakin pihak swasta akan ambil bagian dalam konsorsium Kota Tua sehingga tidak akan mengalami kerugian.

"Suruh masing-masing sewa dan beli gedung-gedung yang tidak keurus, lalu buka usaha di sana. Jadi, jangan sendiri aja di sana, harus ramai-ramai. Konsepnya gitu sih," ungkapnya.

Revitalisasi kawasan Kota Tua bakal akan dilaksanakan mulai hari ini , 13 Maret 2014. Revitalisasi itu telah dimulai dari gedung PT Pos Indonesia, seberang Museum Fatahillah. Rencananya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akan meluncurkan dimulainya revitalisasi.

Seperti yang telah diketahui, terdapat 85 bangunan yang akan direvitalisasi. Tidak hanya merehabilitasi fisik bangunan, revitalisasi juga menyasar pada mengaktifkan kegiatan-kegiatan berbasis seni dan budaya hingga industri kreatif di gedung tersebut.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil selalu memiliki inovasi untuk memajukan Kota Kembang tersebut.

Saco-Indonesia.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil selalu memiliki inovasi untuk memajukan Kota Kembang tersebut. Sebentar lagi Bandung akan memiliki 'kota teknologi', sebuah kawasan seluas 600 hektar atau setara dengan Kecamatan Kemang, Jakarta Selatan.

"Saya ingin tempat itu menjadi tempat orang-orang kreatif, yang bisa mendukung UKM atau start-up yang berbasis teknologi untuk membuka usaha di sana. Mereka bisa menggunakan tempatnya gratis untuk 6 bulan pertama," ujar pria yang biasa disapa Emil itu saat berbincang dengan merdeka.com di Jakarta, Rabu (12/3).

Di Amerika Serikat, ada sebuah kawasan yang dikenal sebagai kota teknologi di Silicon Valley di kota San Jose. Silicon Valley melahirkan perusahaan kelas dunia seperti Yahoo, Google, dan Apple Computer. Emil sebelum menjabat sebagai wali kota adalah seorang arsitek terkenal, mimpinya adalah membangun sebuah legacy di Bandung.

"Daripada lahan tersebut hanya digunakan sebagai lahan perumahan biasa, saya pikir Bandung butuh sesuatu yang lebih. Perumahan yang bisa membantu industri kreatifnya dikenal oleh dunia internasional, orang-orang mudanya bisa berkreasi dan berprestasi," jelasnya.

Bandung saat ini adalah kota yang penduduknya adalah pengguna aktif media sosial. Ada lebih dari 80% penduduk yang mempunyai akun jejaring sosial. Ridwan sendiri di-follow oleh 450.000 akun di Twitter. Dia mengatakan bahwa banyak hal yang dilaporkan oleh masyarakat Bandung melalui media sosial, sehingga banyak masalah segera diketahui oleh pemerintah.

"Di sosial media ada segalanya," ujar Emil.

"Kita tidak bisa pakai perasaan. Ada hujatan, ada kritik, ada saran dan ada pujian. Semua ini kita pakai sebagai sumber informasi, dan kita pakai juga untuk menyampaikan informasi kita ke masyarakat," tambahnya.

Kota teknologi di Bandung ini akan menjadi sebuah kawasan yang terkoneksi dengan internet dan sosial media. Di luar terlihat seperti kawasan normal, tetapi di dalamnya akan berisi tempat-tempat untuk orang kreatif. Setiap orang yang ingin mengembangkan kreativitasnya, bisa bertemu dengan komunitas yang tepat dan bisa menikmati fasilitasnya.

Mimpi kota teknologi ini akan terwujud dalam jangka panjang, setidaknya sampai 15 tahun ke depan. Perlu ada peraturan daerah yang bisa memastikan proyek ini terus dijalankan. Indonesia butuh terobosan baru, membangkitkan prestasi orang-orang muda, seperti apa yang direncanakan oleh Emil.

 

Editor : Maulana Lee

Sumber : Merdeka.com

Mr. Goldberg was a serial Silicon Valley entrepreneur and venture capitalist who was married to Sheryl Sandberg, the chief operating officer of Facebook.

Dave Goldberg Was Lifelong Women’s Advocate

Photo
 
United’s first-class and business fliers get Rhapsody, its high-minded in-flight magazine, seen here at its office in Brooklyn. Credit Sam Hodgson for The New York Times

Last summer at a writers’ workshop in Oregon, the novelists Anthony Doerr, Karen Russell and Elissa Schappell were chatting over cocktails when they realized they had all published work in the same magazine. It wasn’t one of the usual literary outlets, like Tin House, The Paris Review or The New Yorker. It was Rhapsody, an in-flight magazine for United Airlines.

It seemed like a weird coincidence. Then again, considering Rhapsody’s growing roster of A-list fiction writers, maybe not. Since its first issue hit plane cabins a year and a half ago, Rhapsody has published original works by literary stars like Joyce Carol Oates, Rick Moody, Amy Bloom, Emma Straub and Mr. Doerr, who won the Pulitzer Prize for fiction two weeks ago.

As airlines try to distinguish their high-end service with luxuries like private sleeping chambers, showers, butler service and meals from five-star chefs, United Airlines is offering a loftier, more cerebral amenity to its first-class and business-class passengers: elegant prose by prominent novelists. There are no airport maps or disheartening lists of in-flight meal and entertainment options in Rhapsody. Instead, the magazine has published ruminative first-person travel accounts, cultural dispatches and probing essays about flight by more than 30 literary fiction writers.

 

Photo
 
Sean Manning, executive editor of Rhapsody, which publishes works by the likes of Joyce Carol Oates, Amy Bloom and Anthony Doerr, who won a Pulitzer Prize. Credit Sam Hodgson for The New York Times

 

An airline might seem like an odd literary patron. But as publishers and writers look for new ways to reach readers in a shaky retail climate, many have formed corporate alliances with transit companies, including American Airlines, JetBlue and Amtrak, that provide a captive audience.

Mark Krolick, United Airlines’ managing director of marketing and product development, said the quality of the writing in Rhapsody brings a patina of sophistication to its first-class service, along with other opulent touches like mood lighting, soft music and a branded scent.

“The high-end leisure or business-class traveler has higher expectations, even in the entertainment we provide,” he said.

Advertisement

Some of Rhapsody’s contributing writers say they were lured by the promise of free airfare and luxury accommodations provided by United, as well as exposure to an elite audience of some two million first-class and business-class travelers.

“It’s not your normal Park Slope Community Bookstore types who read Rhapsody,” Mr. Moody, author of the 1994 novel “The Ice Storm,” who wrote an introspective, philosophical piece about traveling to the Aran Islands of Ireland for Rhapsody, said in an email. “I’m not sure I myself am in that Rhapsody demographic, but I would like them to buy my books one day.”

In addition to offering travel perks, the magazine pays well and gives writers freedom, within reason, to choose their subject matter and write with style. Certain genres of flight stories are off limits, naturally: no plane crashes or woeful tales of lost luggage or rude flight attendants, and nothing too risqué.

“We’re not going to have someone write about joining the mile-high club,” said Jordan Heller, the editor in chief of Rhapsody. “Despite those restrictions, we’ve managed to come up with a lot of high-minded literary content.”

Guiding writers toward the right idea occasionally requires some gentle prodding. When Rhapsody’s executive editor asked Ms. Russell to contribute an essay about a memorable flight experience, she first pitched a story about the time she was chaperoning a group of teenagers on a trip to Europe, and their delayed plane sat at the airport in New York for several hours while other passengers got progressively drunker.

“He pointed out that disaster flights are not what people want to read about when they’re in transit, and very diplomatically suggested that maybe people want to read something that casts air travel in a more positive light,” said Ms. Russell, whose novel “Swamplandia!” was a finalist for the 2012 Pulitzer Prize.

She turned in a nostalgia-tinged essay about her first flight on a trip to Disney World when she was 6. “The Magic Kingdom was an anticlimax,” she wrote. “What ride could compare to that first flight?”

Ms. Oates also wrote about her first flight, in a tiny yellow propeller plane piloted by her father. The novelist Joyce Maynard told of the constant disappointment of never seeing her books in airport bookstores and the thrill of finally spotting a fellow plane passenger reading her novel “Labor Day.” Emily St. John Mandel, who was a finalist for the National Book Award in fiction last year, wrote about agonizing over which books to bring on a long flight.

“There’s nobody that’s looked down their noses at us as an in-flight magazine,” said Sean Manning, the magazine’s executive editor. “As big as these people are in the literary world, there’s still this untapped audience for them of luxury travelers.”

United is one of a handful of companies showcasing work by literary writers as a way to elevate their brands and engage customers. Chipotle has printed original work from writers like Toni Morrison, Jeffrey Eugenides and Barbara Kingsolver on its disposable cups and paper bags. The eyeglass company Warby Parker hosts parties for authors and sells books from 14 independent publishers in its stores.

JetBlue offers around 40 e-books from HarperCollins and Penguin Random House on its free wireless network, allowing passengers to read free samples and buy and download books. JetBlue will start offering 11 digital titles from Simon & Schuster soon. Amtrak recently forged an alliance with Penguin Random House to provide free digital samples from 28 popular titles, which passengers can buy and download over Amtrak’s admittedly spotty wireless service.

Amtrak is becoming an incubator for literary talent in its own right. Last year, it started a residency program, offering writers a free long-distance train trip and complimentary food. More than 16,000 writers applied and 24 made the cut.

Like Amtrak, Rhapsody has found that writers are eager to get onboard. On a rainy spring afternoon, Rhapsody’s editorial staff sat around a conference table discussing the June issue, which will feature an essay by the novelist Hannah Pittard and an unpublished short story by the late Elmore Leonard.

“Do you have that photo of Elmore Leonard? Can I see it?” Mr. Heller, the editor in chief, asked Rhapsody’s design director, Christos Hannides. Mr. Hannides slid it across the table and noted that they also had a photograph of cowboy spurs. “It’s very simple; it won’t take away from the literature,” he said.

Rhapsody’s office, an open space with exposed pipes and a vaulted brick ceiling, sits in Dumbo at the epicenter of literary Brooklyn, in the same converted tea warehouse as the literary journal N+1 and the digital publisher Atavist. Two of the magazine’s seven staff members hold graduate degrees in creative writing. Mr. Manning, the executive editor, has published a memoir and edited five literary anthologies.

Mr. Manning said Rhapsody was conceived from the start as a place for literary novelists to write with voice and style, and nobody had been put off that their work would live in plane cabins and airport lounges.

Still, some contributors say they wish the magazine were more widely circulated.

“I would love it if I could read it,” said Ms. Schappell, a Brooklyn-based novelist who wrote a feature story for Rhapsody’s inaugural issue. “But I never fly first class.”

BALTIMORE — In the afternoons, the streets of Locust Point are clean and nearly silent. In front of the rowhouses, potted plants rest next to steps of brick or concrete. There is a shopping center nearby with restaurants, and a grocery store filled with fresh foods.

And the National Guard and the police are largely absent. So, too, residents say, are worries about what happened a few miles away on April 27 when, in a space of hours, parts of this city became riot zones.

“They’re not our reality,” Ashley Fowler, 30, said on Monday at the restaurant where she works. “They’re not what we’re living right now. We live in, not to be racist, white America.”

As Baltimore considers its way forward after the violent unrest brought by the death of Freddie Gray, a 25-year-old black man who died of injuries he suffered while in police custody, residents in its predominantly white neighborhoods acknowledge that they are sometimes struggling to understand what beyond Mr. Gray’s death spurred the turmoil here. For many, the poverty and troubled schools of gritty West Baltimore are distant troubles, glimpsed only when they pass through the area on their way somewhere else.

Photo
 
Officers blocked traffic at Pennsylvania and West North Avenues after reports that a gun was discharged in the area. Credit Drew Angerer for The New York Times

And so neighborhoods of Baltimore are facing altogether different reckonings after Mr. Gray’s death. In mostly black communities like Sandtown-Winchester, where some of the most destructive rioting played out last week, residents are hoping businesses will reopen and that the police will change their strategies. But in mostly white areas like Canton and Locust Point, some residents wonder what role, if any, they should play in reimagining stretches of Baltimore where they do not live.

“Most of the people are kind of at a loss as to what they’re supposed to do,” said Dr. Richard Lamb, a dentist who has practiced in the same Locust Point office for nearly 39 years. “I listen to the news reports. I listen to the clergymen. I listen to the facts of the rampant unemployment and the lack of opportunities in the area. Listen, I pay my taxes. Exactly what can I do?”

And in Canton, where the restaurants have clever names like Nacho Mama’s and Holy Crepe Bakery and Café, Sara Bahr said solutions seemed out of reach for a proudly liberal city.

“I can only imagine how frustrated they must be,” said Ms. Bahr, 36, a nurse who was out with her 3-year-old daughter, Sally. “I just wish I knew how to solve poverty. I don’t know what to do to make it better.”

The day of unrest and the overwhelmingly peaceful demonstrations that followed led to hundreds of arrests, often for violations of the curfew imposed on the city for five consecutive nights while National Guard soldiers patrolled the streets. Although there were isolated instances of trouble in Canton, the neighborhood association said on its website, many parts of southeast Baltimore were physically untouched by the tumult.

Tensions in the city bubbled anew on Monday after reports that the police had wounded a black man in Northwest Baltimore. The authorities denied those reports and sent officers to talk with the crowds that gathered while other officers clutching shields blocked traffic at Pennsylvania and West North Avenues.

Lt. Col. Melvin Russell, a community police officer, said officers had stopped a man suspected of carrying a handgun and that “one of those rounds was spent.”

Colonel Russell said officers had not opened fire, “so we couldn’t have shot him.”

Photo
 
Lambi Vasilakopoulos, right, who runs a casual restaurant in Canton, said he was incensed by last week's looting and predicted tensions would worsen. Credit Drew Angerer for The New York Times

The colonel said the man had not been injured but was taken to a hospital as a precaution. Nearby, many people stood in disbelief, despite the efforts by the authorities to quash reports they described as “unfounded.”

Monday’s episode was a brief moment in a larger drama that has yielded anger and confusion. Although many people said they were familiar with accounts of the police harassing or intimidating residents, many in Canton and Locust Point said they had never experienced it themselves. When they watched the unrest, which many protesters said was fueled by feelings that they lived only on Baltimore’s margins, even those like Ms. Bahr who were pained by what they saw said they could scarcely comprehend the emotions associated with it.

But others, like Lambi Vasilakopoulos, who runs a casual restaurant in Canton, said they were incensed by what unfolded last week.

“What happened wasn’t called for. Protests are one thing; looting is another thing,” he said, adding, “We’re very frustrated because we’re the ones who are going to pay for this.”

There were pockets of optimism, though, that Baltimore would enter a period of reconciliation.

“I’m just hoping for peace,” Natalie Boies, 53, said in front of the Locust Point home where she has lived for 50 years. “Learn to love each other; be patient with each other; find justice; and care.”

A skeptical Mr. Vasilakopoulos predicted tensions would worsen.

“It cannot be fixed,” he said. “It’s going to get worse. Why? Because people don’t obey the laws. They don’t want to obey them.”

But there were few fears that the violence that plagued West Baltimore last week would play out on these relaxed streets. The authorities, Ms. Fowler said, would make sure of that.

“They kept us safe here,” she said. “I didn’t feel uncomfortable when I was in my house three blocks away from here. I knew I was going to be O.K. because I knew they weren’t going to let anyone come and loot our properties or our businesses or burn our cars.”

Since a white police officer, Darren Wilson fatally shot unarmed black teenager, Michael Brown, in a confrontation last August in Ferguson, Mo., there have been many other cases in which the police have shot and killed suspects, some of them unarmed. Mr. Brown's death set off protests throughout the country, pushing law enforcement into the spotlight and sparking a public debate on police tactics. Here is a selection of police shootings that have been reported by news organizations since Mr. Brown's death. In some cases, investigations are continuing.

Photo
 
 
The apartment complex northeast of Atlanta where Anthony Hill, 27, was fatally shot by a DeKalb County police officer. Credit Ben Gray/Atlanta Journal Constitution

Chamblee, Ga.

As governor, Mr. Walker alienated Republicans and his fellow Democrats, particularly the Democratic powerhouse Richard J. Daley, the mayor of Chicago.

Under Mr. Michelin’s leadership, which ended when he left the company in 2002, the Michelin Group became the world’s biggest tire maker, establishing a big presence in the United States and other major markets overseas.