saco-indonesia.com, Indonesia harus bisa menelan kekecewaan karena dipastikan gagal menjadi tuan rumah ajang sepakbola terakbar
saco-indonesia.com, Indonesia harus bisa menelan kekecewaan karena dipastikan gagal menjadi tuan rumah ajang sepakbola terakbar di Asia Tenggara, Piala AFF edisi 2016 mendatang.
Hal ini diketahui setelah AFF resmi telah menunjuk Myanmar dan Filipina sebagai tuan rumah bersama untuk ajang tersebut dalam rapat yang telah digelar di Naypyitaw, Myanmar.
Sebelumnya, Indonesia memang menjadi salah satu dari tiga nominator ajang dua tahunan tersebut. Namun akhirnya setelah melalui proses diskusi yang panjang, AFF akhirnya telah memutuskan untuk menunjuk Myanmar dan Filipina.
Bagi Myanmar dan Filipina sendiri, kesempatan ini juga merupakan kali pertama yang mereka dapatkan untuk dapat menggelar event ini. Khusus bagi Myanmar, kualitas fasilitas mereka juga sudah terbukti di ajang SEA Games yang baru saja berakhir.
Untuk edisi 2014 mendatang, ajang ini juga akan mengambil tempat di Singapura dan Vietnam. Edisi ini juga akan menjadi saksi keikutsertaan Australia untuk pertama kalinya di ajang ini.
Editor : Dian Sukmawati
sco-indonesia.com, Cuaca buruk di lautan telah membuat kembali menyebabkan kapal motor (KM) Putra Waras tenggelam. Kapal nelayan
sco-indonesia.com, Cuaca buruk di lautan telah membuat kembali menyebabkan kapal motor (KM) Putra Waras tenggelam. Kapal nelayan Brebes, Jawa Tengah, itu telah dikabarkan karam di perairan Lampung. Akibatnya, satu nelayan dikabarkan tewas, empat selamat dan empat lainnya hilang.
Kapal itu milik Romli yang berusia (44) tahun warga Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Informasi tenggelamnya kapal tersebut telah diketahui setelah salah satu nelayan korban selamat Faturokhman yang berusia (31) tahun , telah berhasil dipulangkan ke kampung halamannya di Brebes.
Faturokhman juga mengungkapkan korban tewas adalah Deni yang berusia (26) tahun . Sementara korban selamat dan kini pulang ke desanya adalah, Romli; pemilik kapal, Nandi, Taufik dan Faturokhman.
Sementara itu korban yang hilang dan sampai saat ini masih dalam proses pencarian adalah Toto (27), Ali (28), Sofani (27) dan Purwanto (18).
Faturokhman juga menceritakan, tenggelamnya KM Putra Waras bermula saat rombongan dalam satu kapal telah mencari ikan di perairan Pulau Dua Provinsi Lampung pada Kamis(16/1) lalu. "Tiba-tiba cuaca memburuk, dan datang ombak besar," tuturnya.
Kapal dengan 9 orang ABK itu awalnya terombang-ambing kemudian langsung diterjang oleh ombak besar hingga tenggelam.
"Saya berangkat hari Kamis pagi dari Pelabuhan Kronjo. Sekitar pukul 13.00 WIB, kapal tiba di perairan Lampung, tapi tiba-tiba ombak besar telah menghantam kapal hingga kapal terbalik," ujarnya, Jumat (24/1).
Faturokhman juga menjelaskan, saat kejadian itu kapal telah terbalik hingga posisinya tengkurap. Semula sembilan ABK sempat naik di atas kapal untuk dapat menghindari tenggelam.
Namun, 5 Anak Buah Kapal (ABK) yang lain tidak kuat berpegangan kapal hingga terbawa arus laut. Sementara, 4 ABK lain bisa selamat, meski harus berpegangan kapal yang tengkurap hingga tiga hari.
"Saya dan 3 rekan lainnya telah terombang-ambing gelombang laut selama 3 hari tanpa makan, dan tanpa minum. Baru di hari ke 3, ada kapal jenis tongkang yang telah mengetahui keberadaan kami lalu menolong," terang Faturokhman.
Tokoh masyarakat Desa Kluwut A Mustaqin juga mengatakan, informasi terakhir telah ditemukan dua ABK lagi. Namun, masih belum diketahui identitasnya. Keduanya ditemukan tewas dan jenazahnya kini berada di RSCM Jakarta.
"Kami juga masih terus memantau perkembangannya. Kini masih tinggal dua orang yang hilang," tuturnya.
Editor : Dian Sukmawati