saco-indonesia.com, Perayaan Cap Go Meh di Palembang tidak akan serentak dengan daerah lain. Pasalnya, Cap Go Meh di kota ini du
saco-indonesia.com, Perayaan Cap Go Meh di Palembang tidak akan serentak dengan daerah lain. Pasalnya, Cap Go Meh di kota ini dua hari lebih cepat karena permintaan dari dewa.
Wakil Matrisia Komda Sumsel yang juga merupakan generasi kedua pengurus perayaan Cap Go Meh Pulau Kemaro, Tjik Harun juga mengakui perayaan Cap Go Meh biasanya digelar setiap tanggal 15 pascaperayaan Imlek.
"Cap Go Meh di Palembang tanggal 13 Imlek atau 12 Februari besok. Selain sudah jadi tradisi, dipercepat ini karena permintaan dari dewa," ungkapnya kepada merdeka.com, Selasa (11/2).
Namun, Harun juga tidak menjelaskan lebih rinci alasan permintaan dewa itu. Dirinya hanya menjelaskan akal sehat manusia tidak akan mengerti maksud tersebut. "Kita syukuri saja lebih cepat. Ini berkah bagi kita karena bisa merayakan Cap Go Meh di tempat lain," kata dia.
Menurut dia, Cap Go Meh telah menjadi salah satu tujuan utama etnis Tionghoa di Indonesia, bahkan di dunia. Sebab, perayaannya lebih meriah dan beragam kegiatan digelar. "Di Indonesia, hanya Palembang dan Pontianak yang selalu ramai saat Cap Go Meh," tukasnya.
Editor : Dian Sukmawati
saco-indonesia.com, Saat ini, sebagian besar orang, terutama yang tinggal di kota besar, telah memiliki lebih dari satu, bahkan
saco-indonesia.com, Saat ini, sebagian besar orang, terutama yang tinggal di kota besar, telah memiliki lebih dari satu, bahkan ada yang sampai memiliki lima akun, baik email maupun social media.
Setiap akun tersebut, pasti telah memiliki password. Bahkan handset seperti BlackBerry pun juga butuh password khusus untuk bisa membuka BlackBerry ID-nya. Kebanyakan orang yang takut lupa password accountnya, terkadang menyamakan password untuk semua account, baik e-mail maupun social media, meskipun hal itu tentunya juga sangat tidak aman dan berbahaya.
Mengingat password, apalagi ditambah dengan PIN ATM ataupun Wi-Fi juga merupakan pekerjaan yang sangat sulit. Apalagi kalau perusahaan atau instansi yang mewajibkan karyawannya untuk mengganti password setiap bulan, seperti kantor Ericsson misalnya.
Menurut VP Marketing dan Communication Ericsson Indonesia Hardyana Syintawati, tren konsumer digital ke depan, salah satunya adalah dengan menggunakan tubuh manusia sebagai password.
"Tubuh adalah kunci baru. Tren ini terkait dengan keamanan. Sejauh ini, pengamanan banyak dilakukan dengan kombinasi angka dan huruf untuk dapat menjadi kata kunci. Namun ke depan, bagian tubuh yang akan menjadi pengaman," tuturnya, belum lama ini.
Dia pun juga menilai penyedia aplikasi akan menyediakan fasilitas finger print sebagai password untuk mulai masuk menjelajahi akun email atau social media, atau bisa juga dengan retina mata.
Menurut Hardyana yang akrab dipanggil Nana, password dengan menggunakan anggota tubuh akan jauh lebih aman dan pengguna pun juga tak perlu khawatir lupa kode password atau PIN.
Editor : Dian Sukmawati
Mr. Miller, of the firm Weil, Gotshal & Manges, represented companies including Lehman Brothers, General Motors and American Airlines, and mentored many of the top Chapter 11 practitioners today.