saco-indonesia.com, Penduduk miskin di Provinsi Banten tiap bulan bukannya menurun, tapi terus bertambah. Kisarannya telah menca
saco-indonesia.com, Penduduk miskin di Provinsi Banten tiap bulan bukannya menurun, tapi terus bertambah. Kisarannya telah mencapai ratusan orang.
Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS), pada September 2013 lalu jumlah penduduk miskin di Provinsi Banten telah meningkat hingga mencapai 682.710 orang. Jumlah tersebut terus bertambah sejak enam bulan belakangan ini.
Pada Maret 2013 lalu jumlah penduduk miskin di Provinsi Banten telah berjumlah 656.240 orang. Enam bulan kemudian, September telah menjadi 682,710 orang atau telah mengalami peningkatan sebesar 4,03 persen atau 26. 470 orang.
Kepala BPS Provinsi Banten, Syech Suhaimi juga mengungkapkan, bertambahnya penduduk miskin di Provinsi Banten telah terjadi di daerah perkotaan. Sedangkan di daerah pedesaan, malah menurun.
"Peningkatan ini telah berdasarkan daerah tempat tinggal. Pada periode Maret 2013 sampai September 2013 lalu penduduk miskin di daerah perkotaan telah bertambah sebesar 50,66 ribu orang, sedangkan penduduk miskin di daerah pedesaan berkurang sebesar 24,2 ribu orang," ujarnya, Jumat (3/1).
Editor : Dian Sukmawati
saco-indonesia.com, Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tugu Utara 22, Muhammad Badrul Tamam yang berusia (7) tahun, tewas terlinda
saco-indonesia.com, Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tugu Utara 22, Muhammad Badrul Tamam yang berusia (7) tahun, tewas terlindas truk kontainer B 9899 UEH di Jalan Kramat Jaya, Koja, Jakarta Utara, Selasa (28/1). Saat itu Tamam berangkat diantar ibunya Elfayanti yang berusia (31) tahun dengan motor Honda Spacy B 3535 UAX.
"Motor sama kontainer sejajar jalan beriringan, tapi tiba-tiba motor mengerem mendadak ngindarin lubang yang ada di depannya dan jatuh terlindas ban belakang kontainer. Anaknya masih pakai baju sekolah mental ke kanan, ibunya ke kiri," ujar Yono , Selasa (28/1).
Selain itu, lanjut Yono, kemudian sopir truk langsung turun ketika telah mengetahui kontainer yang dikendarainya telah menabrak motor.
"Sopir syok lihat korban anak yang pakai baju sekolah kelindas sempat panik dan takut digebukin," tandasnya.
Yono juga menambahkan, setelah kejadian ibu korban masih bisa berjalan, bahkan dirinya juga sempat menjawab alamat rumahnya.
"Orang tuanya masih bisa jalan dan belum sempat pingsan. Saya juga sempat tanya alamat di mana bu, 'dia bilang alamat di Balai Rakyat'. Satu jam kemudian keluarga korban datang dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Pelabuhan," tandasnya.
Sementara itu, Petugas Kepolisian Polsek Koja Aiptu Akub S mengatakan, bahwa saat kejadian sopir sedang berdua dengan kernetnya Sohib (16) menuju pelabuhan. Saat itu dia dari arah simpang lima Semper setelah keluar dari pool mobilnya di daerah Cilincing.
"Kejadian sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi, sopir sudah kita amankan. Selanjutnya kita serahkan ke unit Laka Lantas untuk proses penyelidikan," pungkasnya.
Editor : Dian Sukmawati